Feeds:
Posts
Comments

BAHAYA MAKAN DURIAN BAGI IBU HAMIL

Durian paling banyak mengandung karbohidrat, lemak dan protein. Tak cuma itu, zat-zat lain seperti serat, kalsium, asam folat, magnesium, zinc dan besi juga ada di dalamnya.

Karena kalorinya yang tinggi, buah durian bersifat panas sehingga pasien diabetes atau ibu hamil sangat tidak dianjurkan makan durian.

Bayangkan saja dalam 100 gram durian terkandung 147 Kkal. Itu artinya ketika seseorang makan 1 kg durian, jumlah kalori yang ia dapatkan 1.470 Kkal atau sudah sebanding dengan porsi makannya selama satu hari.

Durian juga banyak mengandung gula meski ada kandung mangan yang bisa menjaga kadar gula tetap stabil. Bagi ibu hamil, durian diyakini tidak baik karena mengandung banyak gula dan sedikit alkohol.

Meski belum ada penelitian yang membuktikan bahwa durian memicu kontraksi dan keguguran, ibu hamil selalu dianjurkan untuk tidak terlalu banyak makan buah ini.

Bagi sebagian ibu yang baru saja hamil kadang bertanya dalam hati apakah bahaya makan buah durian bagi ibu hamil? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka berikut blog Karo Cyber mencoba memberikan sedikit gambar mengenai bahaya makan buah durian bagi wanita yang sedang hamil.

Secara tradisional memang durian tidak boleh dimakan sewaktu hamil. Durian dipercaya memiliki efek “panas” yang berbahaya bagi kehamilan. Namun penelitian mengenai efek durian untuk konsumsi wanita hamil belum ada sehingga secara medis belum terbukti bahwa durian tersebut berbahaya bagi wanita hamil.
http://id-blog-tutorial.blogspot.com/2012/02/bahaya-makan-buah-durian-bagi-ibu-hamil.html
Buah durian mengandung banyak gas, glukosa, kolesterol dan juga sedikit alkohol. Setelah mengonsumsi durian, gas dalam perut dapat menimbulkan kontraksi. Dampak buruk lainnya, durian dapat menyebabkan terjadinya diabetes karena glukosa yang ada dalam durian. sedangkan kolesterol dan alkohol menimbulkan efek buruk pada jantung.

Sebenarnya tidak ada larangan makanan apa pun untuk wanita yang sedang hamil. Semua makanan boleh dikonsumsi. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar porsinya. Untuk durian satu atau dua biji saja sudah cukup, jangan lebih. Hal ini untuk menghindari efek yang ditimbulkan dari kandungan durian (diabetes dan penyakit jantung).

Pada pasien dengan kehamilan trimester pertama sebaiknya menahan diri dulu untuk tidak mencicipi buah ini. Karena pada usia kehamilan ini kontraksi yang timbul kemungkinannya lebih besar.
http://id-blog-tutorial.blogspot.com/2012/02/bahaya-makan-buah-durian-bagi-ibu-hamil.html
Tidak ada larangan untuk memakan buah durian. Namun apabila Anda merasa ragu-ragu untuk mengkonsumsi durian maka konsultasikan kembali ke dokter kebidanan dan kandungan Anda. Semoga dapat membantu

Foto Korban Kerusuhan Jl Ampera Depan di PN Jaksel ini merupakan berita heboh lainya yang terjadi hari ini, dimana sekelompok orang terlibat bentrok di jl, ampera tepatnya di Pengadilan Negri jakarta selatan, dan dalam bentrokan tersebut terdapat 3 orang korban meninggal, Penyebab bentrokan ini adalah kasus blowfish, belum usai kasus kerusuhan tarakan ada lagi bentrok masa di jl ampera ini

Satu regu polisi yang berjumlah lebih dari 30 orang itu kini berdiri di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (29/9/2010).

Petugas menghadap ke arah Cilandak atau Jalan TB Simatupang. Polisi bersenjata lengkap dengan tameng itu tampak bersiaga. Di arah itulah, sekelompok orang tampak mengacung-ngacungkan pedang dan parang. Sesekali mereka masih melemparkan batu ke arah petugas.

Sementara di sisi ke arah Kemang, sekelompok orang juga masih tampak mengacung-ngacungkan senjata. Tampak seorang laki-laki berjaket kuning yang terluka di bagian kaki. Laki-laki itu terkena tembakan di kaki.

Hingga pukul 13.50 WIB, suasana di Jalan Ampera Raya yang kini ditutup masih mencekam. Polisi yang diterjunkan terus ditambah untuk mengantisipasi bentrok yang lebih besar.

Sebelumnya, bentrok kasus Blowfish juga telah terjadi. Pada Rabu 22 September, terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, diamuk penonton sidang dari kubu yang berbeda. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan.

Perkelahian di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City, terjadi pada 4 April 2010 lalu.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun yang meninggal 2 minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra

Berikut ini nama-nama korban meninggal dalam pertikaian di jalan ampera depan PN jakarta selatan ini

1. Agustinus Tomazoa (49), kelahiran Ambon. Dia adalah warga Kramatjati RT 6 RW 9. Tewas di Wash Laundry dengan luka tembak dan muka dibacok.
2. Saefudin (48), kelahiran Medan tahun 1962. Dia warga Kebon Nanas RT 3 RW 1 Panunggangan Utara, Pinang, Tangerang, tewas di depan kantor Medco dengan kedua tangan putus.
3. Jefry, tewas di depan rumah makan Ampera dengan luka bacok.

Sedangkan satu korban tewas lain adalah Frederik Philo Letlet (23), kelahiran Merauke. Dia tewas di RS JMC saat hendak diberi pertolongan medis. Namun sayang, tidak berhasil.

Semua korban tewas sudah dievakuasi ke RS Kramat Jati. Korban tewas terakhir yang dibawa adalah Agustinus pada pukul 14.45 WIB. Sementara darah masih berceceran di sejumlah tempat di Jl Ampera Raya, Jaksel

Berikut ini foto korban meninggal bentrokan ampera yang didapat dari kaskus.us


Ngeri kalo melihat foto kerusuhan depan Pn jakarta selatan ini,karena korban meninggal sampi berceceran seperti itu

Sumber:  kaskus-us.blogspot.com

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK
BROWNIES MAK COMBLANG

Nama :
1. Desi Herawati
2. Heri Susanto
3. Irvan Maulana
4. Junasan Alberton A.
5. Mikael Dimas AD
6. Ovy Arisma
7. Riyanti Setiawati (20206853)
8. Rosi Rosmayanti (21206207)
9. Rusmala (20206875)
10.Yunita Pramesti P

Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
2010

Brownies Mak Comblang

Pendahuluan
Usaha yang kami lakukan adalah suatu usaha yang bergerak di bidang kuliner, yakni memproduksi brownis yang kami beri nama “Brownis Mak Comblang”. Alasan kami memilih produk brownis karena dilihat dari peluang pasar yang ada, brownis mempunyai cukup tempat di hati para penggemar kuliner, terutama para penggemar brownis. Selain itu, modal yang dibutuhkan untuk memproduksi brownis tidak terlalu besar dan dapat menghasilkan profit yang cukup memuaskan.

Target Pasar
Adapun target pasar dalam penjualan brownis ini adalah dari segala kalangan, baik umur maupun status social. Hal itu dikarenakan harga yang kami berikan relative murah dengan kualitas brownis yang terjamin baik rasa maupun ke higienisannya. Untuk target pasar kalangan anak-anak kami membuat variasi khusus dengan menambahkan topping coklat warna-warni di atas brownis.

Daerah Pemasaran
Untuk penjualan “Brownis Mak Comblang”, daerah pemasarannya beragam. Penjualan sering dilakukan di daerah sekitar rumah penjual, di kampus atau di sekolah-sekolah.

Alat-alat dan Bahan-bahan yang Diperlukan Dalam Proses Produksi
Brownis
Coklat
Pewarna Makanan
Pita Hias
Kertas Karton
Plastik Pembungkus
Plastik Laminating
Cup Cake
Papping Bag
Kertas
Tinta Print

Proses Produksi
1.Membeli bahan baku (brownis) dari supplier
2.Hias kue brownis dengan coklat warna-warni
3.Lalu dikemas
Rekapitulasi Hasil Penjualan Masing-masing Anggota Kelompok
a.Desi Herawati : 17 buah
b.Heri Susanto : 10 buah
c.Irvan Maulana : 13 buah
d.Junasan Alberton A. : 17 buah
e.Mikael Dimas AD : 17 buah
f.Ovy Arisma : 22 buah
g.Riyanti Setiawati : 37 buah
h.Rosi Rosmayanti : 25 buah
i.Rusmala : 27 buah
j.Yunita Pramesti P : 17 buah

Laporan Keuangan Brownis Mak Comblang

Penjualan : 202 buah @ Rp 5.000,00 :Rp 1.010.000,00

Biaya-biaya :
1.Biaya bahan baku (brownis) : Rp 693.000,00
2.Biaya perlengkapan :
Cokelat : Rp 36.000,00
Pewarna Makanan : Rp 12.000,00
Jumlah Biaya Perlengkapan : Rp 48.000,00
3.Biaya peralatan :
Pita : Rp 20.000,00
Karton : Rp 4,500,00
Plastik pembungkus : Rp 36.000,00
Plastik laminating : Rp 28.000,00
Cup cake : Rp 8.500,00
Papping bag : Rp 1.000,00
Biaya print : Rp 2.000
Jumlah Biaya Peralatan : Rp 100.000,00
4.Biaya transportasi : Rp 6.000,00
Jumlah Biaya-biaya : (Rp 847.000,00)
Laba/Rugi bersih Rp 163.000,00

Tugas Manajemen Strategik

Nama : Ovy Arisma

Kelas  : 4EB05

NPM   : 20206717

Soal :

1. Model 5 kekuatan persaingan, carcl !

2. Cari bagan rantai nilai !

3. Cari bagan strategi M.porter !

4. Apakah/bagaimana cara mendapatkan harga pokok produksi atau produk yg berbiaya rendah dan di jual dengan harga yg bersaing dan diminati konsumen ?!

5. Rantai nilai pada perusahaan yang memiliki produksi berbiaya rendah gambarkan bagannya !

jawab :

PENJELASAN GAMBAR :

  1. Menurut Porter, faktor persaingan antar pesaing dalam industri yang sama inilah yang menjadi sentral kekuatan persaingan. Misalnya, dalam industri minuman, Coca cola bersaing dengan PEPSI, The botol sosro, dan Limun. Dalam industri telepon selular, Nokia bersaing dengan Motorola, Hewlett-Packard, Sony, Samsung.

Semjakin tinggi tingkat persaingan antar perusahaan mengindikasikan semakin tinggi pula profitabilitas industri, namun profitabilitas perusahaan mungkin menurun. Intensitas persaingan ini tergantung pada beberapa factor berikut ini

  • Pertumbuhan industri
  • Biaya tetap dan biaya penyimpanan
  • Diferensiasi produk
  • Identitas merek
  • Biaya pengalihanke barang lain
  • Konsentrasi dan keseimbangan

2. Analisis rantai nilai di jelaskan oleh Michael Porter sebagai “the building blocks of competitive advantage”. Porter menjelaskan dua kategori yang berbeda dalam analisis rantai nilai. Pertama, lima aktivitas utama, yang meliputi logistic inbound, operasi,logistic outbound, pemasaran dan penjualan, dan jasa, yang memberikan kontribusi pada penciptaan fisik dari produk dan jasa, penjualan dan pengirimannya kepada pembeli, dan pelayanan setelah penjualan. Kedua, aktivitas pendukung yang meliputi pengadaan, pengembangan teknologi, manajemen sumber daya manusia, dan infrastruktur perusahaan, sebagai proses menambah nilai baik oleh mereka sendiri atau menambah nilai dengan membuat hubungan antara aktivitas utama dan pendukung.

a. Aktivitas utama

Lima kategori pada kegiatan utama yaitu:

  • Inbound Logistic
  • Operasi
  • Outbound Logistic
  • Pemasaran dan Penjualan
  • Pelayanan

b. Aktivitas pendukung

Empat kategori pada kegiatan pendukung yaitu:

  • Infrastruktur Perusahaan
  • Manajemen SDM
  • Pengembangan Teknologi
  • Pengadaan Barang

3. Pada pendekatan yang dikemukakan Porter, terdapat dua factor yang diperhitungkan dalam menciptakan strategi bersaing yang “ tepat “. Pertama, didasarkan pada keunggulan kompetitif organisasi. Menurut Porter, keunggulan kompetitif hanya akan diperoleh lewat salah satu dari dua sumber: bias dari keunggulan menciptakan biaya yang rendah, atau dari kemampuan organisasi untuk menjadi berbeda dibandingkan para pesaingnya. Factor kedua dalam pendekatan ini adalah cakupan produk pasar dimana organisasi saling bersaing satu sama lain dalam pasar yang luas dan sempit.

Gabungan dari dua factor ini membentuk dasar dari strategi bersaing generic Porter yaitu:

a. kepemimpinan biaya

b. Diferensiasi

c. Fokus

Jawaban 4 :

STRATEGI PEMASARAN PRODUCT KUKU BIMA ENER-G MENGGUNAKAN 4P

Ditinjau dari segi produknya (Product), Kuku Bima Ener-G dapat dengan cepat menerobos pasar  karena keberaniannya berinovasi. PT Sido Muncul merupakan pelopor pengubah image mengenai minuman energi yaitu produk minuman energi harus berwarna kuning dengan rasa yang agak masam. Sebagai langkah pengubah image tersebut, diproduksilah Kuku Bima dengan berbagai varian rasa. Dampak dari inovasi tersebut ternyata mendapat respon pasar yang sangat baik. Oleh karenaya, PT Sido Muncul semakin giat berinovasi dengan menambahakan varian rasa baru pada produknya. Di lain sisi, keberhasilan PT Sido Muncul dalam meluncurkan varian rasa akhirnya direspons PT Bintang Toedjoe.  Anak usaha  PT Kalbe Farma ini pun ini akhirnya meluncurkan Extra Joss varian rasa pada awal 2007.

Jika dipandang dari segi harganya (Price), Kuku Bima Ener-G ternyata memiliki harga yang lebih murah dibandingkan Extra Joss. Untuk produk dalam bentuk saset, Kuku Bima (Rp 2.500,00) memiliki harga yang lebih murah dibandingkan Extra Joss (Rp 3.500,00). Hal ini tentunya memberikan kesempatan besar bagi pelanggan untuk lebih hemat dalam berbelanja dan tentunya menjadi daya tarik besar bagi mereka. Menjadi daya tarik memberi pengertian bahwa pelanggan akan lebih memilih Kuku Bima Ener-G yang khasiatnya tidak jauh berbeda dengan Extra joss. Jika pelanggan ingin Kuku Bima dalam bentuk cair (1 botol = Rp 2.250,00), maka pelanggan dapat memperolehnya dengan harga juga yang lebih murah dibandingkan produk Extra Joss cair (1 kaleng = Rp 3.500,00). Dengan demikian, Kuku Bima memungkinkan memperoleh pelanggan yang lebih banyak.

Tinjauan dari segi distribusinya (Place), Kuku Bima Ener-G akan mudah sekali didapat oleh pelanggannya. Produk ini telah tersalur di berbagai tempat, baik itu warung, toko, swalayan, bahkan warung bubur kacang hijau (burjo) pun menyediakan Kuku Bima. Distributor unik dari Kuku Bima adalah para pedagang jamu. Jumlah pedagang ini cukup banyak sehingga di daerah-daerah sangat terpencil pun dapat terjangkau. Akibatnya, pelanggan pun mendapat kemudahan untuk memperolehnya. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh Extra Joss. Namun demikian, Extra Joss berusaha menjaga penurunan omset penjualannya  dengan mendirikan Warung Joss di berbagai daerah, meskipun pada dasarnya Extra Joss masih lebih unggul dalam hal distribusinya.

Jika disorot dari segi promosinya (Promotion), sebenarnya konsep strategi yang dijalankan PT Sido Muncul tidak jauh berbeda dengan PT Bintang Toedjoe. Keduanya sama-sama menggunakan sosok endorser yang diasosiasikan dengan produk untuk memperkuat brand ekuitasnya. Keduanya juga sangat gencar meniklankan produknya di berbagai media. Hanya saja, pilihan endorser-nya yang berbeda. Meskipun PT Sido Muncul bukan perusahaan baru, mereka dalam posisi ingin merebut pasar minuman energi. Menjadikan Mbah Maridjan dan Chris John sebagai endorser untuk mengorbitkan Kuku Bima Ener-G merupakan keputusan riskan yang diambil PT Sido Muncul. Chris John bisa kalah kapan saja. Demikian juga dengan Gunung Merapi, bisa meletus kapan saja. Namun, ternyata keputusan tersebut berbuah manis dikarenakan penjualan Kuku Bima justru meningkat hingga 300 %. Padahal biaya iklan yang dikeluarkan PT Sido Muncul lebih kecil dibanding biaya iklan PT Bintang Todjoe.

Hasil dari marketing mix yang dijalankan PT Sido Muncul pada Kuku Bima Ener-G benar-benar dapat terlihat ketika Kuku Bima Ener-G  menyandang gelar Top Brand 2008. Kuku Bima pun mampu memasok 65% dari total omzet PT Sido Muncul

Jawaban 5 :

Sebagai pendatang baru dengan menawarkan diferensiasi dari beragam rasa, penjualan Kuku Bima Ener-G terus saja membengkak. Target penjualan pada tahun 2007 sebesar satu miliar sachet dapat terlampaui. Pada tahun  ini pula Kuku Bima Ener-G dapat merebut pangsa pasar sebesar 11,8 % yang menempati posisi ketiga top brand minuman energi yang ada setelah Extra Joss (45,6%) dan Hemviton (20,2%)(sumber : AC Nielsen). Pada bulan Juli 2008, penjualan Kuku Bima Ener-G menyentuh angka tertinggi, yakni 200 juta saset per bulan. Padahal, pada awal diluncurkan, Kuku Bima Ener-G hanya mampu terjual 5 juta saset per bulannya.

Saat ini, dunia persaingan minuman energi sangat ketat. Hal ini dapat dilihat dari ‘perang’ minuman energi yang ditayangkan di televisi, baik dalam bentuk iklan, talkshow, dan termasuk membagi-bagikan hadiah khususnya dalam acara-acara olah raga. Tiga macam minuman energi Top Brand (Extra joss, Hemaviton, Kuku Bima Ener-G) seolah-olah bertempur tiada henti dalam upayanya mempengaruhi mind set pelanggan dan kemudian tergerak untuk membelinya.

Dalam hal ini, Kuku Bima Ener-G sebagai pemain baru dalam minuman energi menunjukkan keberhasilan strategi marketing mix yang dijalankannya. Menjadi pemain baru tentu tidaklah mudah. Salah satu entry barrier di kategori ini adalah komunikasi pemasaran. Tak heran jika Extra Joss sebagai market leader memiliki budget iklan yang lebih besar dibandingkan dengan pesaing lainnya yaitu sekitar 180 milyar pada tahun 2006.

Secara logika, tentunya jika suatu produk dengan budget iklan yang rendah, maka ia akan tenggelam oleh iklan market leader. Uniknya, Kuku Bima Ener-G yang memiliki budget iklan yang lebih rendah dibandingkan Extra Joss yaitu sekitar 30 milyar (tahun 2006) kini mampu menggerus pangsa pasar dari Extra Joss. Oleh karenanya, Extra Joss seolah sedang “berduel” melawan Kuku Bima Ener-G. Duel yang dilakukan adalah pada bagaimana masing-masing produk optimal dalam unsur marketing mix-nya.

Bagan Rantai Nilai :

Sumber :

  1. BangHar.wordpress.com
  2. www.harian-bisnis-radar-palembang.com
  3. www.harian-umum-duta-masyarakat.com
  4. www.Kabarbisnis.com
  5. www.rakyatmerdeka.com
  6. www.sidomuncul.com

CERPEN : Diculik? Mau dong!

CERPEN : Diculik? Mau dong!

Mentari sudah mulai berani mengumbar sinar kekuningannya setelah lama bersembunyi di ufuk langit. Pagi yang cerah disertai dengan wangi embun pagi bercampur dedaunan hijau. Di sebuah rumah mewah bergaya minimalis inilah sepasang kembar identik dengan sifat berkebalikan tinggal. Winny, gadis SMU yang imut, tengil, ceroboh, berani, dan nekat. Sedangkan saudara kembarnya, Wina, gadis yang manis, feminine, teliti, lembut, lemah serta polos. Banyak yang heran dengan keajaiban dunia ini, mereka selalu tinggal bersama, dibesarkan dengan cara yang sama, cetakannya sama, tapi kok hasilnya begini?!? Tapi ya sudahlah, itu kita bahas belakangan.
Pagi ini Winny memasuki kamar saudara kembarnya, ia sudah siap dengan seragam SMUnya.
“Ngapain lu kesini?” Tegur Wina dengan tatapan aneh ke Winny.
“Nyari pengki dimana ya?” Jawab Winny asal. “Ya nggak lah, gue nyari lu! Eh, lu udah siap-siap kan buat rencana pulang sekolah nanti?”
“Udah beres!” Wina menjawab setengah berbisik.
“Gue udah tinggalin surat tuh buat orang rumah!” Winny menginformasikan. “Ya udah yuk, capcay!”
Mereka pun berangkat dengan diantar mobil Alphard papa mereka. Mereka menyimpan sebuah rencana besar sepulang sekolah nanti, sebuah pemberontakan sebagai pelajaran kepada orangtua mereka yang mereka nilai kurang perhatian, terus melanglang buana ke berbagai negara tanpa memberi perhatian pada anak-anaknya. Bahkan ulang tahun kali ini orangtua mereka tidak bisa pulang, parah.
Setelah bel pulang sekolah berdering, tanpa banyak cingcong Wina dan Winny langsung kabur dari area sekolah mereka. Gawat kalau keburu kepergok oleh supir mereka.
“Kita mau kemana nih?” Wina yang lemah sudah mulai kelelahan di jalan.
“Kita ke stasiun aja! Kita kan punya persediaan uang banyak, jadi nggak masalah kali ya kalau kita adventure dikit naik kereta, ke mana kek gitu!” Winny yang dasarnya nekat mengemukakan idenya.
“Gimana kalau ke Jogja aja?” Tawar Wina.
Ketika asyik mendiskusikan tempat tujuan mereka, Wina yang lengah malah kejambretan. “JAMBREEET!” Teriaknya panik, sedangkan Winny sudah berlari duluan mengejar jambret itu. Mau tidak mau Wina mengikuti Winny.

“Bener dia kesini Ny?” Wina bertanya ragu, dipandangnya rumah bergaya bali didepannya. Rumah yang asri dengan taman yang luas dan aneka pohon yang rindang.“Baru tahu ada jambret ngumpet di rumah orang.”
“Ini rumahnya kali!“ Winny menebak sambil membuka pagar berniat masuk.
“Eh!” Larang Wina, “Lu yakin mau masuk? Kalo…kita diapa-apain gimana?”
“Ya kita apa-apain lagi!” Winny menjawab ngaco. “Lagian kita kan berdua, dia sendiri, ngapain takut?”
“Tapi dia kan cowok!” Gumam Wina ragu, “Lagipula siapa yang bisa jamin dia sendirian di dalam.” Cemberutnya.

Lima menit kemudian yang terjadi adalah mereka berdua disekap di sebuah kamar dengan tangan terikat ke tiang. Di hadapan mereka berdiri seorang pemuda yang ternyata sudah berniat menculik mereka dari awal.
“Beruntung banget, ternyata anak pak Herdian seceroboh ini!” Pemuda yang umurnya sekitar duapuluh duaan itu berkata pongah. Dari perkataannya Winny mulai bisa mencerna bahwa penculik ini bukan asal culik, target mereka jelas dan direncanakan.
“Kalo gue bukan anaknya pak Herdian?” Pancing Winny.
“Nggak mungkin!” Pemuda itu menyeringai sambil menunjukkan dua lembar foto, itu foto mereka, entah dari mana mendapatkannya. “Winny Alexandria Herdian dan Wina Alexandria Herdian. Anak kembar dari keluarga konglomerat Herdian, sekolah di SMU Indonesia Sakti kelas dua. Apa ada yang salah?” Pemuda itu menyeringai, merasa menang.
“Berarti benar dong lu emang berniat nyulik kita dari awal!” Winny menyeringai, “Pasti ada yang suruh kan? Om-om sirik dan pengecut mana lagi yang kalah tender dari papa dan beraninya culik anak manis kayak kita biar proyeknya disetujui?” Tebak Winny.
“Lu kira gue bakal kasih tahu?” Pemuda itu menaikkan sebelah alisnya.
“Berarti benar Ny, dia emang disuruh sama saingan bisnis papa!” Wina menyimpulkan.
“Tuh, mempan kan pancingan gue, sekarang tinggal cari tahu aja om-om mana yang lagi jadi saingan papa dan obsesian berat ngalahin papa!” Winny menambahkan.
Pemuda itu mati kutu, kecele dia sama gadis-gadis tengil ini.“Pintar juga kalian!” Ia nyengir maksa, sadar kelalaiannya. “Sekarang tinggal mengancam orang rumah kalian!” Pemuda itu mengambil handphonenya.
“Wah hebat bisa tahu nomor telepon rumah kita juga!” Kagum Winny, “Tapi sayang mas, kita udah keburu nulis surat yang menyatakan kita kabur dari rumah tuh!”
“Iya! Kalau telepon pasti mas dikira suruhan kami buat bikin cemas orang rumah!” Wina menambahkan.
“Habis kita keseringan jail kayak gitu sih ya, pura-pura diculik! Sekarang malah diculik beneran, asyik juga ya! Dari awal kan kita emang udah mau kabur dari rumah, eh kita malah dapat tempat nginep gratis…yah walau agak berdebu!” Winny malah bersyukur.
Pemuda itu hanya bisa melongo tak percaya dengan tingkah aneh kedua remaja ini, tapi ia masih coba telepon, “Halo? Benar ini rumahnya pak Herdian? Saya sekarang sedang menyekap Wina dan Winny, anak pak Herdian…”
Terdengar suara dari seberang telepon,     “Oh mas sedang bersama Wina dan Winny, syukurlah! Tolong jaga baik-baik ya mas, memang nakal itu anak! Sekarang siapa lagi nih yang disuruh pura-pura menculiknya…”
Pemuda itu bingung, “Tapi ini betulan!”
Suara diseberang menyelak, “Pokoknya ingatkan mereka jangan lupa makan, terus Wina nggak boleh terlalu capek, hati-hati asmanya kumat! Lalu kalau sudah capek bermain-main begini suruh mereka pulang ya mas! Terima kasih mas! Brak…tut…tut…tut…” Pemuda itu berkernyit makin bingung.
“Tuh kan mas, dibilangin nggak percaya sih!” Winny terkikik geli.
“Mas mos mas mos, lu kira mas koki! Nama gue Nano tau!” Kesal pemuda itu.
“Iya Nano! Bisa lepasin ikatan kami nggak? Sumpek nih disini terus, lagian banyak debu!” Tuntut Winny. “Ada kamar yang lebih bagus nggak? Yang lebih bersih gitu?”
“Banyak nuntut banget sih!” Nano mulai pusing.
Winny melihat saudara kembarnya yang mulai menampakkan gejala aneh, “Yah, tuh kan mas! Asma sodara gue kambuh deh! Wina paling nggak bisa di tempat berdebu gini!”
“Emang gue mau kalian tipu? Enak aja!” Nano tidak mau tertipu.
“Wooi ini beneran! Liat dong sodara gue udah ngap-ngapan gitu nafasnya! Kasian dikit kek!” Winny mulai memekik panik, cemas melihat keadaan saudaranya.
Pemuda itu memperhatikan keadaan Wina. Wajah pucat, nafas berat dan ekspresi kepayahan itu tampaknya bukan pura-pura. Ia sendiri jadi khawatir, bagaimana kalau anak ini mati dalam sekapannya, ia juga yang nantinya repot. Akhirnya Nano nekat melepaskan ikatan mereka berdua.
“Ada tempat yang lebih bersih nggak? Sama tas Wina tadi mana? Pasti ada obat asmanya disana!” Pinta Winny ke Nano sigap.
“Awas kalau kalian kabur!” Nano memberikan juga tas Wina yang tadi digunakan sebagai umpan itu.
“Iya ah elah! Kunciin aja semua ruangan disini, kita juga nggak niat kabur kok! Kan dibilangin, kita emang niat kabur dari rumah! Yang penting sekarang, ada nggak kamar yang lebih bersih?” Winny mulai kesal.
Nano berfikir sejenak. “Ikut gue!” Ajaknya.

Mereka pindah ke kamar yang lebih bersih dan luas. Kamar ini benar-benar nyaman, sangat berbeda dengan ruangan tidak terurus tadi.
“Ini kamar gue! Awas lu macem-macem disini!” Ancam Nano.
“Iya iya!” Winny berkata kesal. Ia lebih lega sekarang karena Wina sudah diberi obat asma, Wina juga tampak sudah lebih baik. Nano mengeluarkan handphonenya dan kembali menekan nomor. “Mau ngapain lu?” Tanya Winny penasaran.
“Mau telepon delivery makanan! Laper!” Jawab Nano sebelum menempelkan HPnya ke telinga. Winny dan Wina saling pandang.
“Horee! Akhirnya kita bisa makan junkfood! Eh, pesanin pizza dong!” Seru Winny heboh.
“Iya, besok kayaknya enaknya pesan bakmi atau fried chicken nih! Udah lama nggak makan yang kayak gitu! KYAA!” Wina pun bersorak gembira, mereka berdua jadi kegirangan nggak jelas.
“Woooi!” Nano menegur, “Kenapa sih begini aja girang banget? Kalian kan kaya, masa mau makan makanan begini aja norak banget!”
Wina dan Winny saling tatap, lalu kembali menatap Nano, “Lu nggak tau sih, kalau di rumah tuh kita terlalu banyak aturan. Nggak boleh makan yang berkolestrol lah! Gizi harus diatur lah! Yang ada kita malah kayak kambing dongdot, dikasih sayuran melulu! Mana boleh kita makan junkfood kayak gitu!” Winny curhat.
“Dan sekarang kayaknya kita merdeka nih dari salad and the gank!” Tambah Wina. “Udah cepetan pesanin pizza, kalau perlu kita yang bayar deh! Seloyang besar ya, biar nanti kita bisa pajamas party sambil cerita-cerita, KYAAA!” Wina heboh lagi, tambah lagi Winny ikut berlonjak kegirangan.
“Dasar cewek!” Nano cuma bisa geleng-geleng kerepotan, tapi dilakukannya juga saran dari kedua gadis itu.
“Gue nggak mau pulaang!” Celetuk Winny sambil menggigiti pizzanya. Menurutnya inilah saat-saat kebahagiaan untuknya, sungguh surga dunia. Makan pizza lesehan tanpa jaim dan table manner nggak penting itu, dengan perut kekenyangan dan mulut belepotan coca-cola.
“Iya gue juga! Disini kita pasti bisa begadang semalam suntuk sambil cerita-cerita! Kalau dirumah mana boleh, kita kan harus tidur jam sepuluh!” Wina menyetujui. Ia juga memegang pizza porsinya, tetapi cara makannya tidak sebrutal kembarannya.
Nano cuma bisa geleng-geleng lagi melihat tingkah norak kedua anak konglomerat itu. Malam ini mereka berdua sibuk cerita-cerita dan cekikikan sambil makan pizza, kadang Nano sampai ikut geli dengan cerita-cerita lucu mereka. Saat Nano tertawa, tanpa disadari Winny dan Wina memandangnya aneh.
“Lu bisa ketawa juga?” Heran Winny. Setahunya penjahat mana ada yang suka humor.
Nano jadi salting, wibawanya turun deh. “Kenapa, emang gue nggak boleh ketawa?”
“Nggak nyangka aja! Ternyata lu nggak jahat-jahat amat ya!” Wina menimpalkan. Tiba-tiba Winny teringat sesuatu, “Eh, lu suka nyemil gitu nggak? Kayak chiki, cookies, cokelat gitu? Besok beliin ya, biar kita makan bareng!”
Wina menatap Winny sumringah, “Yeeeii, pesta cemilan lagi!!!” Serunya kekanak-kanakan.
“Enaknya sih nyemilnya sambil nonton! Disini ada TV nggak?” Winny lagi-lagi bertingkah.
“Ada, dibawah!” Jawab Nano tidak curiga. Ia mulai terbiasa dengan kegilaan anak-anak ini.
“Bagus deh!” Winny teringat sesuatu, “Eh, besok ada pertandingan bola kan? Barcelona vs MU? Nonton bareng yuk! Makanya siapin cemilan yang banyak!” Ajaknya.
Mata Nano makin membulat heran, “Lu suka bola? Lu kan cewek, konglo lagi!”
Winny melirik Nano dengan tatapan remeh, “Emangnya cewek konglo manis kayak gue nggak boleh suka bola?” Winny memainkan jari-jarinya. “Lagian gue udah lama nggak ngendap-endap nonton bola dirumah gue. Dibilangin, tiap malam tuh kita jam sepuluh udah harus tidur!“
“Iya!” Wina ikut mengangguk, “Lagian kayaknya asyik juga teriak ‘GOOLL’ yang kencang sambil lonjak-lonjak di tengah malam!” Gadis itu berkata dengan ekspresi bersemangat, sungguh polos.
“Dasar anak aneh!” Gumam Nano tak habis pikir.

Esok malamnya, rencana mereka dijalankan. Berbagai cemilan tersedia di meja depan televisi, dari mulai cokelat sampai kacang kulit. Mereka bertiga semakin akrab karena mendukung tim yang sama, MU. Sesekali mereka bersorak, kadang sorakan senang kadang kecewa. Wina yang lemah pun memaksakan diri untuk begadang malam ini. Nano diam-diam kagum dengan dua gadis polos itu, begitu mudahnya kedua gadis itu mengakrabkan diri dengan orang lain, bahkan yang berimej penjahat sepertinya. Kedua gadis itu bukannya takut atau menganggapnya buruk, sekarang mereka malah memperlakukannya sebagai teman, sungguh gadis-gadis yang aneh…tapi hebat.

Pagi menyambut, para burung mulai bercicit-cuit gembira menyanyikan serenade pagi mereka. Wangi embun di dedaunan begitu jelas tercium dari taman rumah bergaya bali itu. Tapi seisi rumah itu sudah sibuk karena Wina sakit.
“Yah Wina, lu kenapa maksain diri sih begadang semalem? Lagian lu penyakitan banget sih!” Winny mengompres saudara kembarnya yang sedang demam itu dengan khawatir.
“Ya maaf, abis kan asyik, jarang-jarang lagi nonton bola serame itu!” Jawab Wina lemah.
“Nih!“ Nano masuk ke kamarnya (yang diboikot menjadi kamar perawatan Wina) dan menyodorkan obat demam plus segelas air minum.
Winny terperangah, seingatnya ia tidak pernah menyuruh Nano melakukan ini, “Wah Nano, ternyata lu perhatian juga ya! Lu nggak bakat jadi penjahat!” Puji Winny salut.
“Gue cuma mau dia cepat sembuh supaya ‘kasur gue nggak dirampas lagi dengan alasan sakit’!” Nano menunjuk tempat tidurnya yang juga diboikot paksa oleh Winny dan Wina.
Winny cemberut, “Lagian lu sih nggak gentle banget! Masa gadis manis dan imut-imut kayak kita disuruh tidur di extra bed dibawah, sedangkan lu enak-enakan tidur di sping bed empuk gini!”
“Eh, kalian tuh masih untung! Penculik lain mana ada acara ngasih kasur segala! Harusnya tuh kalian tidur sambil diikat ditiang kayak kemarin! Lagian mana ada penculik sebaik gue yang mau beliin tawanannya pizza dan semua cemilan yang lu makan itu!” Nano tidak mau kalah.
“Nggak ikhlas banget sih! Itu juga kan belinya patungan, yee!” Winny melet ke Nano, lalu beralih menghadap kembarannya. “Wina, cepat sembuh dong! Janji deh, kalo lu sembuh, besok kita jalan-jalan ke Dufan!”
Nano terbelalak kaget, ia keberatan, “What?”
“Ssst!” Winny menyelak protes Nano, “Dia emang gini, kalau sakit harus diiming-imingin dulu biar sembuh! Udah, lu diam aja!” Winny seenaknya berkicau.
“Tapi…mana ada penculik ngizinin tawanannya keluar, nggak! Lagian katanya kalian betah disini, gimana sih! Kalau kalian keluar sama aja ngasih tahu keberadaan kalian sama dunia!” Larang Nino.
“Yaelah sehari ini!” Winny membujuk, “Lagipula, Wina ini jagonya make-up artist! Pasti nggak ketahuan deh kalau udah dia dandanin! Kita juga nggak mau kali diseret disuruh pulang ke rumah kalau ada yang ngenalin kita disana!” Jamin Winny yakin.
“Bener Ny kita bakal ke Dufan? Waah, gue udah lama nggak kesana, asyik!” Cetus Wina polos.
“Iya bener, udah nggak usah dengarin omongan mas-mas pelit itu! Makanya lu sembuh!” Winny memotivasi.
Dan ajaib bin abrakadabra, dalam sehari Wina sudah baikan. Malam harinya mereka sibuk meminjam dan memilih milih pakaian Nano untuk mereka pakai. Mereka sibuk bergaya di depan cermin mencocokkan pakaian yang pas untuk pergi besok.
“Waah, kayaknya seru juga ya nyamar jadi cowok!” Winny yang suka petualangan jelas gembira.
“Iya, pake baju cowok…kayak Marry Kate and Ashley Olsen gitu! Keren!” Wina mengamini.
Nano cuma duduk di pinggir kasurnya, kali ini menghela nafas pasrah melihat lemari bercermin dan baju-bajunya sekaligus diboikot oleh dua setan centil itu.
“TING TONG!” Terdengar bel dari luar, baru saja Nano beranjak keluar mau membukakan, sudah terdengar grasak-grusuk di tangga, lalu muncullah seorang pemuda berwajah sumringah di pintu kamar.
Wina dan Winny terbelalak, “Nano ada dua?!?” Heran mereka.
“Vino?” Nano tak kalah kaget dengan kedua gadis kembar itu. “Lu bisa lepas dari mereka?”
“Iya , gue berhasil kabur!“ Ungkap pemuda dengan wajah dan postur tubuh yang persis sama dengan Nano. Setelah itu pemuda ini malah mengamati sepasang gadis kembar itu. “Ini yang lu culik?“ Tanyanya.
Nano mendekati  kembarannya dan merangkulnya. “Iya! Dan kayaknya mereka bisa langsung pulang sekarang!”
Kedua gadis itu masih kebingungan, “Tunggu, gue masih nggak ngerti nih! Ada apa sih sebenarnya?“ Winny menjadi juru bicara.
“Sebenarnya gue mau nyulik kalian karena Vino, kembaran gue ini udah sebulan ditawan sama mereka! Mereka bakal lepasin Vino kalau gue berhasil nyerahin kalian ke bos!” Cerita Nino, “Tapi berhubung gue nggak ada keperluan lagi sama bos, gue nggak butuh kalian lagi! Pulang gih sana, gue udah kerepotan sama tingkah kalian!”
Vino berkernyit geli, “Ini yang namanya penculikan?” Tanyanya heran, “Ini mereka yang lu culik, apa elu yang diculik mereka?” Ledeknya geli.
Terdengar lagi suara grasak grusuk dari luar, kali ini disertai suara pintu dibanting dan teriakan-teriakan kasar.
“Itu pasti bos!” Ujar Nano waspada. “Vin, lu ajak mereka kabur, biar gue yang mengalihkan perhatian mereka!” Komando Nano sebelum ia turun menghadapinya sendirian.
“Gawat, ayo kabur!” Ajak Vino sambil berjalan ke jendela.
“Nggak mau!” Tolak mereka berdua kompak, membuat Vino terkejut.
“Masa kita harus tinggalin Nano? Kalau kayak gini pantesan kalian terpisah terus!“ Wina emosi.
“Lagipula gue penasaran, apa sih yang bakal terjadi di bawah!” Winny memainkan alisnya, “Sayang kan kalau teknologi nggak digunakan?” Ia mengeluarkan HP dengan kamera 5 megapixel-nya. “Ini bisa jadi bukti!”
“Tapi lu nggak tau sih gimana kejamnya bos!” Vino memperingatkan.
“Nggak bakal ketahuan kok! Kita kan ngintipnya dari tangga!” Winny menjamin.
Jadi juga mereka menguntit. Pria parlente yang disebut-sebut bos itu memarahi Nano dengan kasar, tak urung juga menghajarnya. Pasti Nano merelakan diri jadi bahan penganiayaan untuk mengundur waktu. Di belakangnya mengepung banyak tukang pukul. Winny memanfatkan keadaan itu untuk direkam. Pembicaraan itu pun cukup lengkap untuk menjadi bukti, tentang profesi mereka yang sebenarnya rentenir dan menculik Vino karena keluarganya tidak dapat membayar hutang, juga tentang penculikan Winny dan Wina karena merasa tersaingi dengan kesuksesan papa mereka.
“Itu mereka ada diatas!” Tiba-tiba salah satu konco pria parlente itu berseru.
“Sekarang baru saatnya kabur!” Komando Winny panik sambil berlari ke atas beriringan.
Vino membuka jendela dan menunjukkan jalan. “Dari sini ada tangga kecil buat ke tanah kosong sebelah! Ayo cepat!“

Mereka terus berlari dengan kejaran para preman itu di belakangnya. Mereka berlari hingga jalan raya. Untung sekali mereka menjumpai sebuah taksi kosong.
“Ke kantor polisi terdekat pak! Cepat!” Pinta Wenny ketika taksi melaju.

Akhirnya atas dasar bukti dari HP Winny dan kesaksian Winny, Wina, Nano serta Vino, bos rentenir itu sukses diciduk polisi. Nano yang babak belur segera dirawat di rumah sakit mamanya Winny dan Wina. Kedua orangtua Winny dan Wina akhirnya pulang setelah cemas mendengar kabar penculikan itu yang justru berhembus setelah anak mereka lepas, mereka malah sangat berterima kasih dengan penculik itu dan kembarannya karena telah melindungi anaknya dari bos rentenir itu, cerita yang aneh memang.
“No!” Winny memanggil pemuda yang terbaring di ranjang di depannya.
“Apa?” Sahut Nano malas.
“Lu cepet sembuh ya! Janji deh, kalo lu udah sembuh nanti kita ke Dufan!“ Bujuk Winny.
“Enak aja loe!” Nano menempeleng kepala gadis tengil itu, “Emang gue kayak Wina, kayak anak kecil aja!” Melihat mereka, Vino dan Wina ikutan cekikikan geli jadinya.
“Tapi beneran! Habis yang kemaren kan nggak jadi!“ Winny merajuk.
“Iya-iya! Lagipula besok gue udah boleh pulang kok!“ Nano mengabari.
“Yang bener?” Winny terbelalak senang.
“Iya, toh luka gue nggak parah-parah amat! Cuma luka kecil gini!” Nano menenangkan gadis itu.
“Okee! Kalau gitu besok lusa kita pergi ke DUFAAAN!” Seru Winny gembira. “Pokoknya nanti kita harus naik jet coaster gede, kora-kora, tornado, power surge, perahu luncur, pontang-panting…”
Nano punya ide gila untuk menghentikan gadis ini. Ide yang pasti manjur tapi mungkin akan sedikit disesalinya. Pemuda itu mencium pipi chubby Winny, membuat Winny sontak terperangah, speechless.”Bagus deh manjur!” Celetuk Nano sok gengsi, menahan malunya.
“Tadi maksudnya apa tuh?” Winny masih berkedip-kedip tak percaya.
“Masa lu nggak ngerti?” Nano yang keburu malu bukan kepalang langsung mengembalikan gengsinya, “Dasar lemot, pikir aja ndiri!”
“Apaan!” Paksa Winny.
“Ntar aja di Dufan gw bilangnya!” Nano yang keburu hancur moodnya mengulur waktu.
“Sekarang!”
“Besok!”

Di kejauhan Wina yang menyepi bersama Wino cuma bisa melirik mereka.
“Lu yakin Na, mereka bakal jadian?” Vino yang antusias mengintip meragukan pendapat gadis itu.
“Iya, gue bisa liat kok mereka saling suka!” Wina mengangguk yakin.
“Terus kita gimana?” Vino melirik Wina dengan lirikan mautnya.
“Gimana apanya?” Wina masih bingung.
“Ya mereka jadian, kita gimana dong?” Vino memancing.
Wina memutar matanya agak malu, mulai sadar maksud pembicaraan ini, “Ya jadian juga aja! Susah amat!”
Vino yang ngarep terbelalak sumringah. “Emang lu suka sama gue?”
“Lu sendiri suka sama gue nggak?” Wina mengalihkan.     “Ditanya malah nanya balik!”
“Lu duluan gih!”
“Lu duluan deh, ladies first!”
“Lu dong harusnya, be gentle!”
“Ya udah, kita suit aja! Yang kalah yang ngomong duluan!” Vino mulai bosan bersiteru terus.
“Oke!” Wina menyisingkan lengan bajunya.

Sumber: cerpen.net

CERPEN : Cinderella Mencari Sepatu Kaca

Cinderella memang bukanlah gadis cantik dan berkulit putih seperti dalam dongeng “Cinderella”. Namun Cinderella adalah seorang gadis manis yang berkulit kuning langsat yang tinggal disebuah daerah terpencil. Hidupnyapun juga tak menyedihkan seperti dalam dongeng “Cinderella”. Cinderella adalah gadis modern yang bergaya bak artis atau penyanyi dangdut masa kini. Suatu hari Cinderella menemukan sesosok pangeran impiannya. Seperti dalam kisah “Cinderella” yang pernah dibacanya, iapun meniru gaya Cinderella. Dengan sebuah sepatu kaca yang dimilikinya Cinderella mampu menemukan pangerannya dan berhasil menikah dengan pangeran impiannya. Alhasil Ella alias Cinderella inipun meniru gaya “Cinderella” dalam dongeng tersebut. Namun kehidupan Ella yang serba modern ini tak banyak memberikan hasil yang nyata. Ia tak mampu mendatangkan seorang peri yang mampu memberikannya sepatu kaca.Akhirnya dengan wajah yang bermuram durja Ella duduk sendirian disebuah taman. Sedang asyiknya melamun plus berfikir tiba-tiba muncullah seorang jin ifrid yang mirip dengan pangeran impiannya. Jin itu membisikkan sesuatu pada Ella, hingga akhirnya Ella tahu apa yang harus dilakukannya agar ia dapat menemukan pangeran impiannya. Akhirnya dengan tekad yang bulat sebulat bulatnya Ella pun berniat untuk mencari sepatu kaca agar ia dapat menemukan pangerannya. Namun sayang niat Ella tak kesampaian, meskipun sudah sampai diujung benua bahkan sampai keujung kutub ia tak menemukan sepatu kaca itu. Akhirnya dengan wajah yang bermuram durja ia kembali ke kampung halamannya dan tak berminat lagi untuk mengejar pangeran impiannya. Namun niat itu diurungkannya tatkala ia melihat sebuah toko sepatu yang menjual beraneka ragam bentuk sepatu. Ellapun mencoba memasuki toko tersebut dan segera mencari sepatu kaca yang seperti dipakai tokoh “Cinderella”. Setelah mencari-cari sepatu yang diinginkannya akhirnya Ella menemukannya juga. Dengan uang recehan + seribuan yang jumlahnya begitu banyak Ellapun segera membayar sepatu kaca tersebut dan segera pulang kerumahnya.Dengan memakai sepatu kaca yang baru saja dibelinya, Ellapun bak biduan dari Mesir kalau dari Indo mirip Inul Daratista. Akhirnya Ellapun berniat kembali untuk mencari pangeran impiannya. Setelah berkeliling kampung untuk menemui pangeran impiannya, ia tak juga menemukan kekasih pujaan hatinya itu hingga akhirnya ia memilih untuk menunggu dan menunggu sampai pangerannya datang. Setelah sekian lama menunggu ternyata pangeran impiannya tak kunjung muncul. Akhirnya dengan kejengkelannya iapun pulang. Saat akan pulang tiba-tiba muncullah orang ½ waras alias berotak miring bin gila mengganggu Ella. Tanpa sadar Ellapun melempari orang gila itu dengan sepatu kaca yang baru saja dibelinya. Setelah kepergian orang gila itu Ella segera pulang kerumahnya.Sesampainya dirumah, Ella terkejut bukan main, karna dirumahnya seorang pemuda ganteng + cakep nan imut telah menunggu dirinya. Ella yang seumur-umur baru melihat cowok paling cuakep didunia itu langsung dag dig dug duer …. Bak kesambar petir di siang hari Ella pun langsung kesetrum saat menatap mata pemuda itu. Ella yang tak ingin kehilangan moment berharga ini segera mendekati orang itu. Setelah mendekat dan bertatapan langsung dengan orang itu, Ella tahu bahwa orang itu adalah pangeran impiannya yang sering diimpi-impikannya. Bagai cacing kepanasan ia menjadi serba salah alias salting. Saat salting itulah Ella tersadar kalau sepatu kacanya telah hilang. Karna tak ingin imagenya sebagai Cinderella hilang  akhirnya Ella lari terbirit-birit meninggalkan pangeran impiannya untuk mencari sepatu kacanya yang tadi dibuat untuk mengusir orang gila. Orang yang tadi berada dirumah Ella segera berlari mengejar langkah Ella yang kaya` kuda lumping. Ella yang kebingungan mencari sepatu kacanya menjadi resah dan gelisah. Kalau-kalau pangeran impiannya tak mau menjadi pendamping hidupnya. Orang yang menjadi pangeran impian Ella inipun yang melihat kebingungan Ella segera menanyakan apa yang dicari Ella.“O … alahh ini bukan sepatu kacanya ?” kata orang itu sambil menjinjing sepasang sepatu kaca milik Ella, yang rupa-rupanya ia bernama Ryan Denizco. Ryan Denizco adalah tetangga sebelah desa Ella yang sedang mencari jodoh. Akhirnya terjadilah kisah percintaan diantara Ella dan Ryan. Sebelum kisah percintaan itu dimulai Ella dan Ryan saling berkenalan dan bercakap-cakap agar lebih kenal dan dekat seperti lem dan perangko.“O … jadi kamu mencari sepatu kaca ini buat nemuin pangeran impianmu tho ??”“iya, biar mirip kaya` dongeng “Cinderella” githu loch. Lha terus kamu kog tahu rumahku ?”“iya, soalnya kemarin aku mimpi jodohku udagh deket, ia bernama Cinderella Azhahra. Saat aku melewati tempat ini kulihat sepasang sepatu kaca itu tergeletak disini. Lalu kupungut sepatu itu dan segera mencari orang yang bernama Cinderella Azhahra itu. Kali aja dia yang mempunyai sepatu kaca itu” tutur Ryan. Kisah Ryan Denizco yang panjang lebar kaya` rel kereta api itu membuat Ella alias Cinderella Azhahra inipun tertidur. Ryan yang melihat Ella tertidur segera membangunkannya. Berbagai macam cara sudah dilakukan Ryan untuk membangunkan Ella. Namun karena sulit dibangunkan akhirnya Ryan memberikan nafas buatan untuk Ella. Baru satu tiupan Ellapun terbangun, mungkin karna bau mulut Ryan yang amat sangat bau karena mungkin habis makan jengkol. Setelah Ella bangun, akhirnya mereka pulang kerumah Ella untuk meminang + meminta doa restu pada orang tua Ella. Akhirnya seperti dalam dongeng “Cinderella” Ella dan Ryanpun hidup berbahagia menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

Sumber: cerpen.net

Tip Merawat Tas Berwarna Putih
Di antara tas yang Anda koleksi, pasti tas berwarna broken white bahkan putih bersih ada diantaranya. Dalam berbagai model, ukuran, dan detail, tas bernuansa netral ini bisa membantu penampilan perempuan aktif masa kini.

Sayangnya, tas bernuansa putih ini sangat mudah kotor dan terlihat kusam. Tapi jangan kuatir, jika Anda tahu bagaimana cara merawatnya, tas putih bisa juga terlihat ‘kinclong’ dan awet!



Bersihkan tas putih setiap habis dipakai dengan menggunakan kain flannel. Jika perlu, basahkan kain flannel kemudian keringkan.
Ciptakan kesan mengilat dari tas putih Anda dengan mengulaskan semir cair untuk kulit atau kulit sintetis yang diformulasikan untuk produk berwarna putih atau krem. Ulaskan secukupnya, kemudian lap dengan kain flannel kering.
Jika tas tidak dipakai, letakkan dalam kantong individual dari kain lembut dan letakkan di dalam boks. Jangan lupa untuk memasukkan sebuah silica gel di dalamnya untuk menghindari jamur karena lembap. Dengan begitu bentuk serta kebersihan tas akan terjaga.

Sumber: conectique.com